Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 April 2011

KIE DALAM PELAYANAN KB

Adalah salah satu tahap yang sangat penting dalam asuhan kebidanan khususnya dalam pelayanan keluarga berencana
TUJUAN
1. Memperluas jangkauan program
2. Pembinaan pengelolaan dan peserta
3. Melembagakan penerimaan
Harus diketahui betul karakteristik kelompok sasaran, untuk melakukan persiapan diri dan menentukan target KIE yang diharapkan.
Indikator keberhasilan KIE dapat dilihat dari :
1. Meningkatnya pelayanan (akses)
2. Meningkatnya kelompok yang menangani masalah KB
3. Meningkatnya peserta baru dan lestari
4. Meningkatnya kesadaran tentang KB
5. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang dampak keberhasilan KB
KKONSELING
Pengertian :
Adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh ahli (konselor) kepada individu yang mengalami masalah (klien)
Pendekatan yang dilakukan adalah pendedakatan humanistik dan client oriented. Konseling juga berhubungan dengan permalsahan sosial, budaya dan perkembangan selain permasalahan yang berhubungan dengan fisik, emosi dan kelainan mental.
Konseling merupakan pertemuan antara konselor dengan kliennya yang memungkinkan terjadinya dialog dan bukan pemberian terapi atau treatment.
TUJUAN
Menghapus atau menghilangkan tingkat laku maladaptif (masalah) untuk digantikan denga tingkah laku yang baru yang adaptif yang diinginkan klien.
Tujuan konseling adalah :
1. Membantu klien memperoleh kesadaran pribadi, dan memahami kenyataan
2. Membantu klien menuju pencapaian integritas kepribadiannya
3. Mengentaskan ketergantungan pada orang lain
4. Meningkatkan kesadaran bahwa masalah dapat diatasi

KONSELING KONTRASEPSI
Adalah komunikasi tatap muka dimana satu pihat membantu pihak lain untuk mengambil keputusan dan melaksanakan keputusan tersebut, jelas, tepat dan benar serta kemampuan untuk memahami pihak lain/calon akseptor
TUJUAN
1. Memberikan informasi yang tepat lengkap dan obyektif ttg metode kontrasepsi
2. Menghilangkan perasaan keragu-raguan
3. Membantu klien memilih kontrasepsi yg cocok baginya
4. Memberikan informasi ttg berbagai alat dan obat kontrasepsi
TUGAS KONSELOR
1. Membuat klien memiliki pengetahuan
2. Membantu klien mempertimbangkan keputusannya memilih kontrasepsi
3. Memberikan kesiapan psikologis
4. Mempertimbang klien apakah memenuhi persyaratan
5. Memberikan penjelasan ttg kemungkinan terjadinya efek samping
6. Mendokumentasi inform concent/choice
7. Menjadwalkan kunjungan ulang/ rujukan klien
JENIS KONSELING
1. Konseling awal
Dilakukan bagi mereka yang sama belum tahu tentang KB
2. Konseling pemilihan cara
Dilakukan bagi mereka yang sudah mengerti tentang KB tetapi memerlukan bantuan untuk memilih cara ber KB yang paling cocok untuk dirinya
3. Konseling pemantapan
Bertujuan agar klien memahami jenis alat kontrasepsi yang cocok baginya dan mengetahui kemungkinan efek samping dan bagaimana cara mengatasinya. Pada konseling ini sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan keterangan diri.
4. Konseling pengayoman
Ditujukan untuk mengatasi masalah yang timbul sesudah memakai alat kontrasepsi, misalnya mengalami efek samping.
5. Konseling perawatan/pengobatan
Dilakukan bagi mereka yang mengalami kegoncangan kejiwwaan karena masalah keluarga yang berkaitan dengan KB atau karea efek penggunaan KB
PRINSIP KONSELING
1. Layani masing2 klien dngan baik
Provider adalah suatu kehormatan, berilah perhatian kepada setiap klien, ciptakan kepercayaan agar klien mau menceritakan hal yang sensitif sekalipun, dan jaminlah klien bahwa rahasia mereka tidak akan diberitakan kepada orang lain. Jawab pertanyaan klien secara lengkap.
2. Berinteraksi
Dengarkan, pelajari, dan berilah respon kepada klien. Berilah semangat kepada klien agar mau berbicara kepada provider.
3. Tujuan informasi kepada klien
Pelajari informasi apa yang dibutuhkan klien. Sebagai contoh pasangan muda tentu saja ingin mengetahui bagaimana cara menjarangkan kelahiran setelah kelahiran anak pertama mereka.
4. Hindari informasi yang berlebihan
Jangan memberikan informasi yang berlebihan. Pilihlah informasi yang benar-benar diperlukan klien. Memberikan informasi yang berlebihan akan membuat klien kesulitan mengingatnya.
5. Layani metode yang diinginkan oleh klien
Provider membantu klien menentukan pilihannya. Jika klien telah memutuskan suatu metode tertentu, bantulah klien agar mempunyai kesiapan untuk menggunakannya meliputi keuntungan dan kerugian. Tawarkan juga metode lain yang lebih baik sesuai kondisinya. Klien yang memilih sendiri setelah mendapatkan informasi yang tepat biasanya akan menggunakan alat kontrasepsi tersebut dalam waktu lama.
6. Bantu klien siap dan mengingat
Tunjukkan contoh-contoh agar klien mudah mengingat. Biarkan klien memegang. Gunakan alat bantu seperti flipchart, poster, atau leaflet sederhana.
ENAM TOPIK Konseling Bidang Kepada Calon Akseptor :
1. Efektifitas suatu metode
2. Untung ruginya
3. Efek samping dan komplikasinya
4. Cara menangani efek samping
5. Bagaimana cara mencegah Infeksi Menular Seksual
6. Kapan klien harus kembali
LANGKAH LANGKAH KONSELING :
Dikenal dengan GATHER :
G : Greeting klien
A : Ask client about themselves
T : Tell client about choices
H : Help client make an informed choices
E : Explain fully how to use the choosen methode
R : Return visits shoud be celcome
Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan SATU TUJU :
- Sapa Salam klien
- Tanyakan klien
- Uraikan kepad klien
- Batu klien menentukan p;ilihannya
- Jelaskan
- Ulangi kunjungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar